Analisia artikel "moderasi dan harmoni beragama dalam surat tumbaga holing Batak Angkola"



Analisis yang dapat saya rangkum dari ketiga artikel ustadz bahwasanya masyarakat Batak sangatlah memperhatikan adat istiadat.

“Moderasi beragama sesungguhnya merupakan kunci terciptanya toleransi dan kerukunan, baik di tingkat lokal, nasional, maupun global. Moderasi merupakan kebajikan yang mendorong terciptanya harmoni sosial dan keseimbangan dalam kehidupan secara personal, keluarga dan masyarakat"

Di suku Batak Angkola sendiri memiliki Konsep Moderasi dan Harmoni Beragama terkandung dalam surat Tumbaga Holing Batak Angkola

Surat Tumbaga Holing ini adalah satu dari surat yang digunakan sebagai landasan filosofis bermasyarakat Batak Angkola itu sendiri.

Di dalam Surat Tumbaga Holing Batak Angkola berisi Konsep Way of Life atau Kehidupan bermasyarakat.

Berarti jelas bahwa isi kandungan Surat Tumbaga Holing adalah tentang unsur berkehidupan dan bermasyarakat

Salah satu isi kandungan Surat Tumbaga Holing ini adalah Dalihan Natolu "Tungku yang tiga" artinya berkaki tiga harus memiliki keseimbangan yang mutlak.

Dalihan natolu terdiri dari kahanggi, Mora dan anak Boru perumpamaan dalihan natolu sebagai tungku yang mana apabila salah satu kaki tungku rusak maka tungku tersebut tidak dapat digunakan dengan begitu hendaknya dalam berkahanggi, Mora, anak Boru saling mendukung satu sama lain tidak boleh menjatuhkan dan hidup dengan harmonis.


Analisis ini di kutip dari artikel ustadz 

Dr. Zainal Efendi Hasibuan M.A Link tertera di bawah ini

https://www.tabagsel.id/moderasi-dan-harmoni-beragama-dalam-surat-tumbaga-holing-batak-angkola/

https://www.tabagsel.id/bagian-2-moderasi-dan-harmoni-beragama-dalam-surat-tumbaga-holing-batak-angkola/

https://www.tabagsel.id/bagian-3-moderasi-dan-harmoni-beragama-dalam-surat-tumbaga-holing-batak-angkola/

http://tabagsel.id

By: Suriyani siregar

Komentar

Posting Komentar